Dongkrak Kualitas Lulusan Baret Merah, IMM Sukoharjo Bakal Adakan Madrasah Epistemologi

Dongkrak Kualitas Lulusan Baret Merah, IMM Sukoharjo Bakal Adakan Madrasah Epistemologi

Suasana kegiatan Baret Merah Nasional IMM Sukoharjo. Foto: ig immsukoharjo

SUKOHARJO, IMMJATENG.OR.ID–Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sukoharjo (PC IMM) Sukoharjo bakal mengadakan Madrasah Epistemologi pada Maret 2019 mendatang.

Ketua PC IMM Sukoharjo Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan, IMMawan Ahmad Zulkarnain, mengatakan, Madrasah Epistemologi ini untuk menopang kawah candradimuka keilmuan IMM Sukoharjo yaitu Baret Merah.

“Kegiatan Baret Merah sudah 10 tahun lebih diadakan, bahkan pesertanya juga nasional,” katanya.

Menurut IMMawan Zulkarnain, pada 3 tahun terakahir fasilitator Baret Merah terjadi penurunan kualitas. Bahkan, kata dia, mereka yang notabene-nya juga alumni Baret Merah terkadang masih sangat kekurangan memahami epsitemologi.

“Maka, Madrasah Epistemologi ini jawaban kami bidang RPK IMM Sukoharjo untuk mendongkrak kualitas fasilitator Baret Merah,” ujarnya.

“Sehingga lulusan-lulusan Baret Merah ke depannya tidak sekadar tahu filsafat dan teori sosial, namun paham epistemologi,” imbuhnya.

Dalam konsep kegiatan, kata dia, Madrasah Epistemologi dengan baret merah memiliki beberapa perbedaan. Menurut dia, Baret Merah sama sekali tidak menggunakan pemateri selama pembelajaran dilakukan, namun seluruh proses pembelajaran sepenuhnya diserahkan pada peserta dan dibimbing oleh fasilitator untuk meluruskan bila terjadi kekeliruan.

Oleh karena itu, ujar dia, di Madrasah Epistemologi ini akan dihadirkan seorang pakar filsafat yang berbicara Full Time selama 4-5 hari dan membongkar epistemologi berpikir tokoh-tokoh filsafat dari klasik hingga modern. Dari sana, imbuh dia, akan ditemukan sebuah koherensi atau benang merah pemikiran tokoh-tokoh fisafat tersebut, sehingga tercipta konsep berpikir yang utuh.

“Adapun peserta madrasah epistemologi ini mereka para alumni Baret Merah Sukoharjo,” paparnya.

Zulkarnain menambahkan, kader-kader IMM harus bisa menjadi manusia yang seutuhnya dan tidak selalu bergantung dengan senior khususnya dalam hal keilmuan. Oleh sebab itu, sudah saatnya PC IMM Sukoharjo melakukan revitalisasi dan pembaharuan keilmuan kader, khususnya dalam bidang filsafat.

“Selama ini, IMM Sukoharjo masih berkutat dengan silabus keilmuan lama yang dibuat oleh senior-senior Sukoharjo sejak tahun 2004. IMM Sukoharjo harus berani berpikir mandiri, kritis dan tidak bergantung pada senior, karena pengetahuan itu selalu berkembang dan tumbuh seiring perubahan zaman yang begitu cepat dan kompleks,” jelasnya.

Dia mengharapkan, Madrasah Epistemologi dapat terselenggarakan dengan sukses mulai dan melahirkan kader-kader yang mampu menjadi pemikir dan penggerak literasi di komisariat masing-masing, termasuk mampu membuka diri terhadap dialog dengan bebagai pemikiran. Kemudian budaya literasi ini, imbuh dia, mampu dijadikan ciri khas bagi seluruh kader IMM dimanpun berada, sehingga gerakan literasi ini mampu menjadi gerakan nasional dan memerahkan Indonesia. [Rilis RPK IMM SKH/Ed-ERKA]









Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *