DPD IMM Jawa Tengah Periode 2018-2020 Resmi Dilantik

DPD IMM Jawa Tengah Periode 2018-2020 Resmi Dilantik

Prosesi pelantikan DPD IMM Jawa Tengah periode 2018-2020, di Gedung Dakwah PWM Jawa Tengah, Sabtu (26/1/2019)

Semarang–Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP-IMM) resmi melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Tengah periode 2018-2020, di Gedung Dakwah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Sabtu, (26/1/2019).

Pelantikan ini dihadiri Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Polda Jawa Tengah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah beserta organisasi otonom, DPW KNPI Jawa Tengah, Organisasi Kepemudaan (OKP) Jawa Tengah dan ratusan kader IMM se Jawa Tengah.

“Kami ucapkan selamat atas pelantikan DPD IMM Jawa Tengah periode 2018-2020, mudah-mudahan dalam 2 tahun ke depan dapat mengemban amanah,” kata Wakil  Sekretaris PWM Jawa Tengah, Drs Wahyudi MPd.

Menurutnya, IMM didirikan dari diskusi-diskusi untuk pencarian keilmuan. Untuk itu, ia berharap, IMM mampu membangun keilmuan tidak hanya di Jawa Tengah namun juga nasional.

“Kemudian, perlu ada pemetaan jelas sehingga sumber daya manusia yang dimiliki IMM tidak mubazir, jadi sesuai bakat dan minat,” ungkapnya.

Ketua Umum DPD IMM Jawa Tengah Periode 2018-2020, IMMawan Badrun Nuri, meminta dukungan penuh PWM, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, stakeholder  terkait, dan seluruh kader IMM se Jawa Tengah dalam menjalankan amanah satu periode ke depan. Badrun mengatakan, dalam satu periode ke depan akan memfokuskan tiga gerakan; keilmuan, politik, dan advokasi pemberdayaan.

Menurutnya, gerakan keilmuan sebagai refleksi bagi IMM sebagai mahasiswa yang saat ini lebih bangga menjadi aktivis seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan berujung di dunia politik praktis. Maka, tegas dia, gerakan ini salah satu bentuknya membangkitkan riset mahasiswa dan membuat simposium pemikiran mahasiswa Islam di Jawa Tengah yang menghasilkan karya buku.

“Jadi setiap gerakan kita memiliki basis data dan ukuran yang jelas, sehingga tepat sasaran,” ungkapnya.

Badrun menambahkan, untuk gerakan politik, IMM Jawa Tengah akan membentuk madrasah demokrasi ikatan (Madin) dalam mengisi momentum politik di 2019 ini. Menurutnya, walaupun di AD/ART IMM tidak boleh berpolitik praktis namun bukan berarti apatis terhadap politik. Oleh karena itu, Badrun mengajak agar IMM turun tangan membentuk demokrasi substansi.

“IMM hadir untuk itu, membahas isu-isu demokrasi,” jelasnya.

Kemudian, dalam gerakan advokasi pemberbayaan, ini sebagai bentuk gerakan aksi IMM agar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Ia meminta kader IMM tidak hanya pintar membaca buku dan berteori, tetapi gerakannya bisa dirasakan masyarakat luas.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam sambutannya yang dibacakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), mengucapkan selamat kepada adik-adik pengurus IMM Jawa Tengah dilantik. Dia berpesan laksanakan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab dan kerja keras.

Ganjar mengharapkan, IMM sebagai salah satu OKP Islam di Indonesia ikut  serta menyelesaikan permasalahan bangsa, yaitu menyikapi isu negatif yang terjadi dalam kontestasi politik. Untuk itu, kata dia, IMM harus terus berkontribusi dalam menjaga Indonesia dari potensi rusaknya kebhinekaan.

“Saya juga minta adik-adik IMM untuk terus menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Sekretaris Jendral DPP IMM, IMMawan M. Robby R. Karman, menyampaikan, IMM punya dua tujuan dasar yang harus diingat terus agar tidak lupa. Dikatakan, pertama, IMM sebagai wadah perkaderan pemimpin dan kemanusiaan, sedangkan kedua sebagai gerakan sosial.

“Gerakan sosial yang relevan hari ini kita perlu menyadarkan masyarakat agar menyikapi tahun politik ini secara proposional dengan menyebarkan ukhuwak islamiyah,” ujarnya.

Usai pelantikan, dilanjutkan Seminar Kebangsaan bertemakan “Reformulasi IMM Jawa Tengah sebagai Poros Gerakan Mahasiswa dalam Kontestasi Politik Kebangsaan. Adapun pemateri yang hadir oleh Staf Khusus Presiden Bidang EkonomiProf Dr Ahmad Erani Yustika,Direktur Core Indonesia dan Anggota Komite Ekonomi Industri Nasional DR Hendri Saparin, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Tengah M Taufiqurrahman, dan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto SHI.

Laporan: Bidang Media dan Komunikasi IMM Jawa Tengah, Riki Purnomo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *